TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seluruh bank komersial yang termasuk dalam daftar Fortune Global 500 telah mengandalkan  teknologi Red Hat untuk mengotomatisasi dan mengoptimalkan proses TI.

Juga menyederhanakan proses bisnis di lini depan, tengah dan belakang, mempermudah integrasi aplikasi dan data; serta memodernisasi pengembangan aplikasi demi pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Penelitian IDC Financial Insights terbaru mengenai 101 Fast Growing FinTechs di Asia Pasifik, yang mengkaji perusahaan-perusahaan fintech selama tahun anggaran 2017-2019, menyoroti peningkatan komitmen dari lembaga jasa keuangan tradisional untuk berkolaborasi dengan perusahaan fintech atau berinvestasi di perusahaan fintech guna mengembangkan kompetensi inovasi.

Lembaga keuangan sering menghadapi transaksi yang kompleks, volume data yang terus meningkat dan perubahan regulasi sehingga perlu untuk lebih lincah agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan regulasi untuk perbankan digital.

Oleh karena itu, lembaga keuangan memerlukan arsitektur TI, serta praktik-praktik pengembangan dan penyampaian aplikasi modern yang dapat memberikan kecepatan yang lebih baik, keamanan yang lebih kuat, dan fleksibilitas yang lebih besar, sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan dalam mengelola bisnis, TI dan mitra mereka.

"Di Asia Pasifik, beberapa perusahaan baru-baru ini menerapkan solusi cloud hybrid Red Hat untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka, termasuk AmBank Group,  PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN),  Bank BRI,  China Merchants Bank (CMB),  Cathay United Bank (CUB), Fukuoka Financial Group (FFG)," kata  Benjamin Henshall, Director of Sales, Financial Services, APAC belum lama ini.

Red Hat mengatakan,  perubahan yang membentuk kembali industri jasa keuangan memberikan peluang bagi lembaga-lembaga keuangan di Asia Pasifik untuk bertransformasi guna menemukan sumber-sumber keunggulan kompetitif baru.

“Kami menawarkan landasan yang inovatif dan andal yang dapat membantu lembaga-lembaga keuangan agar dapat menyesuaikan kebutuhan teknologi mereka dengan lebih dinamis, mampu bertahan menghadapi kegagalan teknis, dan beradaptasi secara lebih cepat,” katanya.