TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I menyelenggarakan Seminar Psikologi Nasional 2018 bertema ''Teliti Tahun Politik dari Mata Psikologi'', Sabtu (24/11/2018).

Seminar ini dihadiri Rektor UPI Y.A.I Prof Dr Ir H Yudi Yulius MBA, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Zainun Mu’tadin, SPsi, MPsi, Dekan Fakultas Psikologi UPI Y.A.I Dr I Nyoman Surna, serta Wakil Koordinator Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Dekan III (Bidang Kemahasiswaan Fakultas Psikologi) Dr Sondang Silaen, M.Psi serta mahasiswa/i dari berbagai daerah.

Adapun para pembicara di seminar ini merupakan pakar yang berkompeten di bidang masing-masing yaitu Inaya Wahid (Pegiat Keberagaman), Prof Dr Hamdi Muluk MSi (Pakar Psikologi Politik), Dr Phil Idhamsyah Eka Putra, MSi (Dosen Psikologi S2 UPI Y.A.I), Cahyo Ariawan SH MM (Kasubid POLPUM), serta Keynote Speaker Prof Dr H Anwar Arifin (Guru Besar Fakultas Ilmu Komunikasi UPI Y.A.I, Eks-Wakil Ketua Komisi Pendidikan DPR RI 2001 – 2014, 2004 - 2009).

“Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan supaya mereka siap dan dapat memasuki tahun politik ini secara dewasa, selain itu kami juga mengingatkan kepada mahasiswa Kampus Y.A.I dalam menyebarkan informasi secara bijak,” kata Koordinator Bidang Kemahasiswaan dan Wakil Dekan III (Bidang Kemahasiswaan Fakultas Psikologi) Dr Sondang Silaen, MPsi, dalam keterangan yang diterima, Sabtu.

Kegiatan ini juga merupakan satu di antara rangkaian kegiatan PsychoConnected 2018 yang terbagi menjadi 4 rangkaian acara yaitu, SAJA (Sekolah Anak Jalanan), Leadership Training, Seminar Psikologi Nasional, dan Psycho Cup.

"Banyaknya perilaku politik yang tidak sehat seperti, berita hoax, manipulasi afek oleh partai politik, politik pragmatis, politik identitas, dan masih banyak lagi lainnya. Hal ini yang melatarbelakangi kami menyelenggarakan kegiatan Seminar Psikologi Nasional," katanya.

Kegiatan seminar yang mengusung Psikologi Politik ini bertujuan dapat memberikan edukasi serta kiat - kiat kepada mahasiswa/i, akademisi, praktisi politik dan masyarakat umum lainnya untuk menjadi pemilih yang cerdas dalam menghadapi tahun politik yang berlangsung di Indonesia.